Batu satam adalah sejenis batu tambang yang ditemukan di area tambang timah di pulau Belitung. Batu tambang tersebut diberi nama ilmiah Billitonite. Ada penjual batu akik yang suka berkata kepada calon pembeli bahwa batu satam hanya terdapat di pulau Belitung.
BILLITONITE / Pembentukan satam
BILLITONITE / Satam BATU PEMBENTUKAN
Billitonites pada dasarnya sama dengan Philippinites. Mereka sedikit lebih distal dari Philippinites paling (kecuali yang dari Mindanao). Mereka juga sangat terukir karena air asam di Belitung. Ada beberapa perbedaan halus antara kedua dan kami akan memeriksa mereka di sini.
Billitonites pada dasarnya sama dengan Philippinites. Mereka sedikit lebih distal dari Philippinites paling (kecuali yang dari Mindanao). Mereka juga sangat terukir karena air asam di Belitung. Ada beberapa perbedaan halus antara kedua dan kami akan memeriksa mereka di sini.
BILLITONITE ATAU BATU SATAM
BILLITONITE ATAU BATU SATAM
(BATU METEOR)
(BATU METEOR)
Billitonite atau yang biasa dikenal dengan nama batu SATAM adalah sejenis batu yang bisaditemukan di pulau Belitung, batu tersebut hanya bisa ditemukan secara kebetulan ketika para penambang timah sedang menggali bijih timah dilokasi pertambangan darat di pulau Belitung.
Hal yang unik dari batu ini yaitu, di beberapa daerah penghasil bijih timah di Indonesia bahkan di dunia, jenis batuan ini tidak bisa di temukan terkecuali di pulau Belitung. Pada tahun 1921 seseorang dari Belanda bernama Ir. N. WING EASTON, dari Akademi Amsterdam di Belanda menamakan batu ini “BILLITONITE” yang artinya batu dari Belitung (berasal dari bahasa Belanda). Sedangkan nama SATAM berasal dari bahasa China. SA artinya PASIR dan TAM artinya EMPEDU. Jadi SATAM adalah EMPEDU PASIR, kata orang-orang cina yang berada di pulau Belitung.
Hal yang unik dari batu ini yaitu, di beberapa daerah penghasil bijih timah di Indonesia bahkan di dunia, jenis batuan ini tidak bisa di temukan terkecuali di pulau Belitung. Pada tahun 1921 seseorang dari Belanda bernama Ir. N. WING EASTON, dari Akademi Amsterdam di Belanda menamakan batu ini “BILLITONITE” yang artinya batu dari Belitung (berasal dari bahasa Belanda). Sedangkan nama SATAM berasal dari bahasa China. SA artinya PASIR dan TAM artinya EMPEDU. Jadi SATAM adalah EMPEDU PASIR, kata orang-orang cina yang berada di pulau Belitung.